Search This Blog

Loading...

Saturday, December 24, 2011

Cara Berwudlu Rasulullah

Cara berwudlu (berwudhu) menurut Rasulullah yang dipahami oleh Muhammadiyah adalah sebagaimana yang tertuang dalam posting di bawah ini. Secara umum memang tidak ada perbedaan antara berwudlu menurut Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPT) dengan ulama yang lain. Hanya sedikit perbedaan saja dan diharapkan tidak menjadi sebab perpecahan umat Islam.
Tatacara berwudlu menurut Rasulullah bila difahami dalam berbagai macam Hadits tentang wudlu akan dijumpai perbedaan-perbedaan. Dan ini tidak mengapa, karena pada prinsipnya beribadah haruslah ada dalil. Jadi, selama ada dalil keterangan tentang beribadah (termasuk berwudlu) maka sangat diperbolehkan.

Berwudlu ketika hendak shalat diperintahkan oleh Allah, sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al-Maidah : 6 berikut ini :

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[1] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[2] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

[1] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.
[2] Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.

1.      Cara berwudlu
a. Niat
b. Membasuh telapak tangan tiga kali
c. Menggosok gigi dengan kayu arok atau sejenisnya 3x
d. Berkumur sekaligus menghisap air ke hidup menggunakan tangan kanan 3x dengan sempurna bila tidak sedang berpuasa
e. Membasuh muka 3x dengan menyempurnakannya, yaitu mengusap dua sudut mata, menggosok, melebihkannya, dan menyela-nyelakan air ke jenggot.
f. Membasuh tangan 3x hingga ke siku dengan menggosoknya dan sekaligus sela-sela jari, melebihkan, dan memulai dari tangan kanan.
g. Mengusap ubun dan atas surban dengan menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka kepala hingga tengkuk dan mengembalikan lagi ke depan.
h. Mengusap telinga sebelah luar dengan ibu jari dan sebelah dalam dengan telunjuk.
i.  Membasuh kaki 3x termasuk mata kaki dengan menggosok, membersihkan sela-sela jari, melebihkan, dan memulai dari sebelah kanan.
j.  Mengucapkan أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمد عبده ورسوله

2.   Dalil-dalil atau Hadits tentang wudlu

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال كل امر  ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أقطع  رواه النسائ
Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan bismillah, maka terputus

عن عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ رواه البخارى
Sesungguhnya setiap amal itu tergantung kepada niatnya…

عن حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ قال أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِي اللَّهم عَنْهم دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلَاةِ رواه البخارى ومسلم)
Sungguh Usman bin Affan telah minta air wudlu dan kemudian berwudlu. Maka dia cuci kedua telapak tangannya tiga kali, lalu berkumur dan mengisap air dan menyemburkannya, kemudian membasuh muka tiga kali, kemudian membasuk tangan kanan sampai sikunya tiga kali dan yang kiri seperti itu pula. Kemudia mengusap kepalanya lalu membasuh kakinya yang kanan sampai dua mata kaki tiga kali dan yang kiri seperti itu pula. Kemudian Usman berkata : aku melihat Rasulullah berwudlu seperti wudluku ini…

أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عند كُلِّ وضوء رواه البخاري
Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan ummatku, aku akan perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi) pada tiap kali wudlu.

عن ابى خيرة الصباحى قال كنت في وَفْدِ عبد القيس الذين وفدوا على رسول الله فأمر لنا بأراكٍ فقال : اِسْتَاكُوا بـهذا رواه البخارى
Dahulu saya menjadi utusan Abdul Qais yang menghadap Rasulullah, maka Rasulullah menyuruh mengambilkan kayu arok, lalu bersabda : “bersiwaklah dengan ini!”

ِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا رواه الترمذى
Aku melihat Nabi berkumur dan menghisap air dari satu telapak tangan. Beliau melakukan itu tiga kali.

عن لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ قَالَ أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا رواه الترمذى
Sempurnakanlah wudlu, sela-selailah di antara jari-jari dan sempurnakanlah dalam menghisap air kecuali kamu dalam keadaan puasa.

عن ابى أمامة قال كان رسول الله ص م يمسح الماَقَيْنِ في الوضوء رواه ابو داود
Rasulullah saw mengusap dua sudut matanya dalam berwudlu.
عَنْ أَبَى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتُمُ الْغُرُّ الْمُحَجَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ إِسْبَاغِ الْوُضُوءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ فَلْيُطِلْ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ رواه مسلم
Kamu sekalian bersinar muka, tangan dan kaki pada hari kiamat sebab menyempurnakan wudlu. Maka barangsiapa yang mampu hendaklah melebihkan sinarnya.

عَنْ عَمَّار بْن قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ رواه الترمذى
Saya melihat Rasulullah saw menyela-nyelai jenggotnya dalam wudlu

عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا وَذَكَرَتْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي طُهُورِهِ وَنَعْلِهِ وَتَرَجُّلِهِ رواه النسائ
Sesungguhnya Rasulullah menyukai memulai sesuatu dari kanan, dalam bersuci, bersandal, dan bersisirnya.

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِ وَعَلَى خُفَّيْهِ ...رواه مسلم
Rasulullah mengusap ubun-ubunya dan atas surbannya dan atas sepatunnya…

عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ قال... ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ رواه البخارى
Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dan memulainya dari depan terus ke tengkuknya kemudian mengembalikannya ke tempat dimana ia memulainya.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ فَقَالَ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَدْخَلَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ وَمَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ عَلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ وَبِالسَّبَّاحَتَيْنِ بَاطِنَ أُذُنَيْهِ رواه ابو داود
Kemudian mengusap kepalanya, selanjutnya memasukkan kedua jari telunjuknya kedalam telinganya dan mengusap dengan dua ibu jarinya telinga sebelah luar dan dengan dua telunjuknya bagian dalam telinganya.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ رواه مسلم
Barang siapa berwudlu kemudian mengucapkan أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ maka dibukakan pintu-pintu surga yang delapan baginya, yang dapat dimasuki  dari mana yang ia kehendaki.

Demikianlah tatacara berwudlu menurut Rasulullah yang difahami oleh Muhammadiyah. Semoga bermanfaat bagi kita Semua.

No comments:

Post a Comment